Senin, 30 September 2019

Organisasi & Arsitektur Komputer #

Nama : Trilaksono Buwono Subiantoro

Kelas : 4IB04A

NPM : 17416445


I.  Arsitektur Komputer

A. Pengertian Arsitektur Komputer

      Arsitektur komputer adalah konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer. Arsitektur komputer ini merupakan rencana cetak-biru dan deskripsi fungsional dari kebutuhan bagian perangkat keras yang didesain (kecepatan proses dan sistem interkoneksinya). Dalam hal ini, implementasi perencanaan dari masing–masing bagian akan lebih difokuskan terutama, mengenai bagaimana CPU akan bekerja, dan mengenai cara pengaksesan data dan alamat dari dan ke memori cache, RAM, ROM, cakram keras, dll). Beberapa contoh dari arsitektur komputer ini adalah arsitektur von Neumann, CISC, RISC, blue Gene, dll.

     Arsitektur komputer juga dapat didefinisikan dan dikategorikan sebagai ilmu dan sekaligus seni mengenai cara interkoneksi komponen-komponen perangkat keras untuk dapat menciptakan sebuah komputer yang memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja, dan target biayanya.

     Dalam sebuah bidang teknik komputer arsitektur komputer memiliki pengertian lain yakni sebagai suatu ilmu yang tujuannya yakni untuk merancang sebuah sistem komputer. Arsitektur von Neumann / mesin von Neumenn merupakan arsitektur yang berhasil diciptakan oleh John Von Neumann “1903-1957”, hampir semua komputer yang ada saat ini menggunakan arsitektur von neumann.

     Pada arsitektur ini sendiri menggambarkan komputer dengan 4 bagian utama, bagian utama tersebut yakni : Unit aritmatika & logis “ALu”, memori, alat masukan, unit kontrol, dan hasil (I/O) kemudian seluruh bagian tersebut dihubungkan dengan rangkaian kawat “bus”.

Arsitektur komputer adalah desain komputer yang meliputi :
  • Komponen Hardware (perangkat keras)
  • Susunan sistem
  • Set intruksi

B. Kategori dan Jenis Arsitektur Komputer

Arsitektur komputer ini paling tidak mengandung 3 sub-kategori:

  • Set instruksi (ISA)
  • Arsitektur mikro dari ISA, dan
  • Sistem desain dari seluruh komponen dalam perangkat keras komputer ini.
Jenis-jenis arsitektur komputer yakni adalah:
  • Komputer MISD
  • Komputer MIMD
  • Komputer SISD
  • Komputer SIMD
C. Klasifikasi Arsitektur Komputer Mesin Von Neumann & Flyyn

Kriteria Mesin Von Neumann, seperti berikut ;
  • Terdapat subsistem perangkat keras yakni sebuah Central Processing Unit (CPU), sebuah memori & sebuah I/O sistem
  • Merupakan stored-program computer
  • Mengoperasikan instruksi dengan cara berurutan
  • Mempunyai jalur (path) bus antara memori dengan CPU
Flyyn (1966), mengklasifikasikan arsitektur komputer dari sifatnya seperti berikut:
  • Jumlah prosesor
  • Jumlah program yang dapat dioperasikan
  • Struktur memori
D. Faktor- faktor keberhasilan dan Transformasi Arsitektur Komputer

Berikut ini merupakan faktor-faktor yang menjadi pengaruh keberhasilan arsitektur komputer, antara lain:
  • Manfaat Arsitektural
  • Biaya sistem
  • Kinerja sistem
Terdapat 4 ukuran penting yang menjadi penentu keberhasilan arsitektur, yakni manfaat arsitekturalnya yakni:
  • Aplicability (Penerapan)
  • Maleability (Kelenteruan)
  • Expandibility (Dapat Diperluas)
  • Comptible
Bagian Pokok Arsitektur Komputer memiliki 2 bagian pokok pada arsitektur komputer, yakni:
  • Instructure Set Architecture ialah spesifikasi yang menentukan bagaimana progammer bahasa mesin berinteraksi terhadap komputer.
  • Hardware System Architacture ialah subsistem hardware dasar yakni seperti: CPU, Memori & OS.
Berikut ini adalah beberapa cara dalam membuat transformasi di arsitektur yakni:

  • Merancang atau membuat array prosesor
  • Mengaplikasikan proses pipelining
  • Membuat komputer dengan multiprosesor
  • Membuat komputer dengan arsitektur lain
  • Atribut yang dipakai untuk mengukur kualitas dari Arsitektur Komputer
Terdapat atribut yang digunakan guna mengukur kualitas dari arsitektur komputer adalah:
  • Generalitas
  • Applicability atau daya serap
  • Efisiensi
  • Mudah memakainya
  • Expandibility atau daya kembang
  • Maleability atau daya tempa

Berikut ini merupakan beberapa faktor yang dapa mempengaruhi keberhasilan arsitektur komputer yakni:

1. Manfaat Arsitektural
  • Aplicability (Penerapan)
  • Meability (Kelenturan)
  • Expandibility (Dapat Diperluas)
  • Comptible (Cocok)
2. Kinerja Sistem
         Kinerja Sistem yakni suatu pengukur kinerja sistem memiliki serangkaian program standar yang dijalankan atau bisa di sebut dengan Benchmark pada komputer yang akan diuji ukuran kinerja CPU:
  • Million Floating Point PerSecond (MFLOP)
  • Million Instruction PerSecond (MIPS)
  • VAX Unit of Performanca (VUP)
3. Ukuran kinerja I/O sistem:
  • Operasi I/O perdetik
  • Sistem operasi bandwith
4. Ukuran kinerja memori:
  • Memori bandwith
  • Ukuran memori
  • Waktu akses memori
5. Biaya Sistem
    Biaya sistem maksudnya yakni biaya yang bisa diukur dalam banyak cara yaitu:
  • Reabilitas
  • Mudah dalam perbaikinya
  • Pemakaian daya
  • Interface sistem software
  • Berat
  • Kekebalan
II. Organisasi Komputer

     Organisasi komputer adalah seperangkat komponen-komponen computer yang saling bekerja satu sama lain untuk menjalankan fungsi computer secara keseluruhan. Seperti organisasi lainnya organisasi computer memiliki struktur tertentu yang memiliki tugas dan wewenang tersendiri dalam rangka untuk menjalankan fungsi computer. Komputer sendiri  merupakan sebuah perangkat elektronik dengan komponen-komponennya yang membantu manusia dalam mempermudah pekerjaan. Secara umum, organisasi computer bekerja untuk mengolah masukan berupa data-data. Setelah itu, masukan berupa data tersebut akan diproses menjadi sebuah dile-file data, kemudian akan disimpan menjadi sebuah database besar. Untuk melakukan hal tersebut, computer memiliki komponen-komponen yang bekerja dan saling mentransfer hasil pekerjaan dari satu komponen ke komponen lain sesuai giliran. Berikut ini adalah komponen-komponen utama dalam perangkat computer yang berinteraksi satu sama lain untuk menjalankan computer.
  • KEYBOARD
          Keyboard merupakan komponen pertama yang tugasnya adalah untuk memasukkan data.

  • PERANGKAT LUNAK
          Perangkat lunak jenisnya sangat bermacam-macam. Perangkat lunak ini merupakan data-data tertentu yang di simpan di dalam computer. Perangkat lunak memiliki fungsi yang berbeda-beda karena memang diciptakan untuk kebutuhan data-data yang berbeda-beda. Secara umum fungsi utamanya, yaitu untuk melakukan tugas-tugas tertentu yang lebih spesifik sesuai dengan yang diinginkan manusia.
  • CENTRAL PROCESSING UNIT (CPU)
          CPU sering disebut dengan otak dari sebuah computer. Setelah data dimasukkan data akan diproses dalam CPU ini. Pemrosesan ini dilakukan dengan sangat cepat sesuai dengan tingkat spesifikasi CPU. CPU juga menentukan seberapa multfungsinya computer bekerja.
  • MONITOR
          Monitor merupakan computer yang bertugas sebagai pemroses visualisasi dari data yang diolah oleh CPU. Monitor juga berfungsi menampilkan aplikasi-aplikasi perangkat lunak untuk memudahkan manusia dalam menginstruksikan perintahnya pada perangkat lunak.
  • MEMORY
        Selanjutnya data yang telah diproses di CPU akan melewati proses penyimpanan dalam database computer. Memory bertugas sebagai tempat untuk menyimpan file-file database tersebut sesuai dengan kapasitasnya.
  • SISTEM OPERASI
     Sistem operasi dapat dikatakanmerupakan sebuah nyawa dari computer. Dengan nyawa ini, komponen-komponen lain dalam computer dapat menjalankan tugasnya.

III. Struktur Komputer

      Struktur komputer didefinisikan sebagai cara-cara dari tiap komponen saling terkait. Struktur
sebuah komputer secara sederhana, dapat digambarkan dalam diagram blok pada Gambar struktur
dasar komputer.

Fungsi komputer didefinisikan sebagai operasi masing-masing komponen sebagai bagian dari
struktur, yaitu : 

1. Input Device (Alat Masukan) 
   
   Adalah perangkat keras komputer yang berfungsi sebagai alat untuk memasukan data atau perintah ke dalam komputer 

2. Output Device (Alat Keluaran) 
  
  Adalah perangkat keras komputer yang berfungsi untuk menampilkan keluaran sebagai hasil pengolahan data. Keluaran dapat berupa hard-copy (ke kertas), soft-copy (ke monitor), ataupun berupa suara. 

3. I/O Ports 

   Bagian ini digunakan untuk menerima ataupun mengirim data ke luar sistem. Peralatan input dan output di atas terhubung melalui port ini. 

4. CPU (Central Processing Unit) CPU 

  merupakan otak sistem komputer, dan memiliki dua bagian fungsi operasional, yaitu: ALU (Arithmetical Logical Unit) sebagai pusat pengolah data, dan CU (Control Unit) sebagai pengontrol kerja komputer. 

5. Memori 

   Memori terbagi menjadi dua bagian yaitu memori internal dan memori eksternal. Memori internal berupa RAM (Random Access Memory) yang berfungsi untuk menyimpan program yang kita olah untuk sementara waktu, dan ROM (Read Only Memory) yaitu memori yang haya bisa dibaca dan berguna sebagai penyedia informasi pada saat komputer pertama kali dinyalakan. CPU fan RAM 

6. Data Bus 

   Adalah jalur-jalur perpindahan data antar modul dalam sistem komputer. Karena pada suatu saat tertentu masing-masing saluran hanya dapat membawa 1 bit data, maka jumlah saluran menentukan jumlah bit yang dapat ditransfer pada suatu saat. Lebar data bus ini menentukan kinerja sistem secara keseluruhan. Sifatnya bidirectional, artinya CPU dapat membaca dan menirma data melalui data bus ini. Data bus biasanya terdiri atas 8, 16, 32, atau 64 jalur paralel. 

7. Address Bus 
   
   Digunakan untuk menandakan lokasi sumber ataupun tujuan pada proses transfer data. Pada jalur ini, CPU akan mengirimkan alamat memori yang akan ditulis atau dibaca.Address bus biasanya terdiri atas 16, 20, 24, atau 32 jalur paralel. 

8. Control Bus 

   Control Bus digunakan untuk mengontrol penggunaan serta akses ke Data Bus dan Address Bus. Terdiri atas 4 samapai 10 jalur paralel. 



Daftar Pustaka

Kamis, 09 Mei 2019

TUGAS SOFTSKILL 2 (ALGORITMA & PEMROGRAMAN KASUS TEKNIK ELEKTRO#)



#include <SoftwareSerial.h> // library serial
#include <Servo.h> // library motor servo
SoftwareSerial bluetooth(2, 3); // register pin serial bluetooth
Servo Servo1; // register variabel motor servo -1
Servo Servo2; // register variabel motor servo -2



Pada blok ini, berisi perintah untuk memasukkan library dan register untuk komunikasi serial dan motor servo.
void setup()
{
Serial.begin(9600); // konfigurasi port serial monitor
bluetooth.begin(57600); // konfigurasi port serial bluetooth
Servo1.attach(4); // register pin data servo -1
Servo2.attach(5); // register pin data servo -2
Servo1.write(0); // atur posisi servo-1 ke sudut 0 derajat
Servo2.write(0); // atur posisi servo-2 ke sudut 0 derajat
}






Pada blok ini, berisi perintah untuk mengkonfigurasi port serial pada monitor, Bluetooth dan register pin serta pengaturan posisi motor servo.
void loop()
{
if (bluetooth.available())// check terima data serial dari bluetooth
 {
char inChar= bluetooth.read(); // baca input data serial
Serial.println(inChar); // tampilkan data ke serial monitor
if(inChar == '1') // cek perintah input serial untuk buka pintu
Universitas Sumatera Utara
28
 {
 // Buka Pintu






Pada blok ini, berisi perintah untuk mencheck inputan data dan menampilkannya. Kemudian mencheck kembali perintah untuk membuka pintu ,lalu membukanya.
Servo1.write(90);// atur posisi servo-2 ke sudut 90 derajat
Servo2.write(90);// atur posisi servo-2 ke sudut 90 derajat
}else if(inChar == '0')// cek perintah input serial untuk tutup pintu
 {
 // Tutup Pintu
Servo1.write(0);// atur posisi servo-2 ke sudut 0 derajat
Servo2.write(0);// atur posisi servo-2 ke sudut 0 derajat
 }
 }






Pada blok ini, berisi perintah untuk mengatur kembali posisi motor servo. Kemudian mencheck perintah untuk menutup pintu dan menutupnya.



Minggu, 31 Maret 2019

TUGAS SOFTSKILL ( ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN KASUS TEKNIK ELEKTRO# )


Perancangan Sistem Pengendali Pintu Pagar Otomatis Menggunakan Android Speech Recognition Berbasis Arduino





 




Nama                           : Trilaksono Buwono Subiantoro
     NPM                            : 17416445
     Kelas                            : 3IB04
     Jurusan                         : Teknik Elektro


FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS GUNADARMA
2018




BAB 1
PENDAHULUAN



1.1  LATAR BELAKANG MASALAH

Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini semakin banyak memberikan kemudahan dalam kehidupan sehari-hari. Dimana segala hal yang banyak diterapkan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan mesin ataupun elektronika, sehingga pekerjaan manusia dapat dikerjakan dengan mudah tanpa harus membuang tenaga dan dapat mempersingkat waktu. Berbagai alat rumah tangga hingga alat kerja kantor menggunakan alat elektronik sehingga pekerjaan manusia jauh lebih ringan dan mudah. Sebagai salah satu contoh pemanfaatan telepon genggam android yang dimanfaatkan sebagai alat pengontrol membuka dan menutup pintu/pagar, dengan adanya sistem ini dapat memudahkan dalam membuka dan menutup tanpa bersusah payah mendorong ataupun menarik pintu/pagar yang menghabiskan waktu dan tenaga.

1.2  BATASAN PENELITIAN

Penelitian ini hanya dibatasi pada merancang Sistem Pengendali Pintu Pagar Otomatis Menggunakan Android Speech Recognition Berbasis Arduino

1.3  TUJUAN PENELITIAN

Merancang suatu Sistem Pengendali Pintu Pagar Otomatis Menggunakan Android Speech Recognition Berbasis Arduino agar mempermudah akses keluar masuk lingkungan rumah menggunakan jaringan internet.





BAB 2
LANDASAN TEORI



·        Prinsip Kerja Alat

 Prinsip kerja dari alat ini adalah dengan mengkoneksikan smartphone dengan Bluetooth HC-05 kemudian memberikan masukan berupa perintah suara pada smartphone android yang sudah di install aplikasi perintah suara. Apabila perintah yang diucapkan sesuai dengan perintah pada aplikasi maka akan dieksekusi dengan mengirimkan data berupa angka melalui koneksi bluetooth ke Arduino Uno. Sebagai contohnya diberikan perintah “buka pintu” maka smartphone akan mengirimkan nilai 1 , data tersebut akan diproses oleh Arduino untuk melakukan pengontrolan beban berupa motor servo dengan memberikan output dari pin digital Arduino ke motor servo untuk menggerakkan pintu / pagar. Apabila perintah yang diucapkan tidak sesuai dengan daftar perintah yang ada pada aplikasi di smartphone maka tidak ada yang dieksekusi pada Arduino atau tidak akan berpengaruh pada beban yang dikontrol.


·       FLOWCHART ,ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN



#include <SoftwareSerial.h> // library serial
#include <Servo.h> // library motor servo
SoftwareSerial bluetooth(2, 3); // register pin serial bluetooth
Servo Servo1; // register variabel motor servo -1
Servo Servo2; // register variabel motor servo -2
void setup()
{
Serial.begin(9600); // konfigurasi port serial monitor
bluetooth.begin(57600); // konfigurasi port serial bluetooth
Servo1.attach(4); // register pin data servo -1
Servo2.attach(5); // register pin data servo -2
Servo1.write(0); // atur posisi servo-1 ke sudut 0 derajat
Servo2.write(0); // atur posisi servo-2 ke sudut 0 derajat
}
void loop()
{
if (bluetooth.available())// check terima data serial dari bluetooth
 {
char inChar= bluetooth.read(); // baca input data serial
Serial.println(inChar); // tampilkan data ke serial monitor
if(inChar == '1') // cek perintah input serial untuk buka pintu
Universitas Sumatera Utara
28
 {
 // Buka Pintu
Servo1.write(90);// atur posisi servo-2 ke sudut 90 derajat
Servo2.write(90);// atur posisi servo-2 ke sudut 90 derajat
}else if(inChar == '0')// cek perintah input serial untuk tutup pintu
 {
 // Tutup Pintu
Servo1.write(0);// atur posisi servo-2 ke sudut 0 derajat
Servo2.write(0);// atur posisi servo-2 ke sudut 0 derajat
 }
 }




DAFTAR PUSTAKA


Jumat, 26 Oktober 2018

EKONOMI TEKNIK

CASH FLOW

I. PENGERTIAN

Arus Kas atau Cash Flow adalah gambaran mengenai jumlah uang yang masuk (cash in flow) dan jumlah uang yang keluar (cash out flow). Arus kas atau cash flow dalam keuangan keluarga sedikit berbeda dengan cash flow dalam perusahaan.
Dalam keuangan keluarga, cash flow yang dimaksud adalah cash flow sesuai dengancash basis
Sebagai informasi, dalam bisnis atau perusahaan dikenal cash basis danaccrual basis.
  • Cash Flow yang positif berarti: penghasilan Anda lebih besar dari pada pengeluaran.
  • Cash Flow yang negatif berarti: penghasilan Anda lebih kecil dari pada pengeluaran.

Jika Anda amati lebih dalam, maka Anda menemukan dua jenis cash flow, yaitu
  • Pemasukan (cash in flow): uang masuk ke dalam rekening atau dompet Anda.
  • Pengeluaran (cash out flow): uang keluar dari rekening atau dompet Anda.

II. PENYUSUNAN

Dalam penyusunan cash flow, ada dua metode yang digunakan yaitu metode langsung (Direct Cash Flow) dan metode tidak langsung (Indirect Cash Flow). Tetapi pada kesempatan hari ini kita akan membahas bagaimana cara membuat laporan cash flow dengan metode tidak langsung dengan disertai contohnya. Langkah yang pertama dalam membuat cash flow adalah memastikan bahwa sudah memiliki dua sumber data yang akan digunakan, yaitu:
- Laporan rugi laba periode berjalan.
- Neraca periode yang sedang berjalan dengan neraca periode tahun sebelumnya.
Agar lebih jelasnya berikut contoh dalam penyusunan dalam Laporan Arus Kas Tahun 2017.

a. Langkah 1: Data Laporan Rugi Laba Tahun 2017
Perhatikan contoh laporan rugi laba tahun 2017 berikut dari PT Piatto Indonesia

PT. Piatto Indonesia
Laporan Laba-Rugi
01/01/2017 - 31/12/2017
Penjualan
75,000,000
Harga Pokok Penjualan
36,000,000
Laba Kotor
39,000,000


Beban Pemasaran
6,000,000
Beban Administrasi dan Umum
8,000,000
Beban Listrik Air telepon
5,200,000
Beban Penyusutan Kendaraan
400,000
Beban Penyusutan gedung
400,000
Total Beban Usaha
20,000,000
Laba Periode ini
19,000,000

Kita bisa melihat bahwa pada tahun 2017 PT Piatto Indonesia mendapatkan keuntungan atau laba senilai Rp19.000.000.

b. Langkah 2: Mengumpulkan Data Neraca Tahun 2016 dan 2017

Laporan Neraca Tahun 2016
PT Piatto Indonesia
Neraca
Tahun 2016
AKTIVA

KEWAJIBAN DAN EKUITAS

AKTIVA LANCAR

KEWAJIBAN

Kas
8,000,000
Utang Dagang
30,000,000
Piutang Dagang
16,000,000
Utang Sewa
20,000,000
Cadangan Kerugian Piutang
(800,000)
Utang Bank
60,000,000
Perlengkapan
3,000,000
TOTAL UTANG
110,000,000
Persediaan Barang
10,000,000

AKTIVA TETAP

EKUITAS

Kendaraan
20,000,000
Modal
11,000,000
Akum. Penyusutan Kendaraan
(1,600,000)
Prive
0
Gedung
40,000,000
Laba/Rugi Periode ini
0
Akum. Penyusutan Gedung
(3,600,000)
TOTAL EKUITAS
11,000,000
Tanah
30,000,000
Total AKTIVA
121,000,000
TOTAL KEWAJIBAN & EKUITAS
121,000,000

 
Laporan Neraca Tahun 2017

PT Piatto Indonesia
Neraca
Tahun 2017
AKTIVA
KEWAJIBAN DAN EKUITAS
AKTIVA LANCAR
KEWAJIBAN
Kas
4,000,000
Utang Dagang
20,000,000
Piutang Dagang
20,000,000
Utang Sewa
10,000,000
Cadangan Kerugian Piutang
(1,000,000)
Utang Bank
40,000,000
Perlengkapan
2,000,000
TOTAL UTANG
70,000,000
Persediaan Barang
14,000,000

AKTIVA TETAP
EKUITAS
Kendaraan
26,000,000
Modal
50,000,000
Akum. Penyusutan Kendaraan
(2,000,000)
Prive
(10,000,000)
Gedung
40,000,000
Laba/Rugi Periode ini
19,000,000
Akum. Penyusutan Gedung
(4,000,000)
TOTAL EKUITAS
59,000,000
Tanah
30,000,000
Total AKTIVA
129,000,000
TOTAL KEWAJIBAN & EKUITAS
129,000,000

c. Langkah 3: Membandingkan Kedua Neraca

PT Piatto Indonesia
Neraca
Tahun 2016 & 2017
Tahun
2017
2016
Net Change
AKTIVA
AKTIVA LANCAR
Kas
4,000,000
8,000,000
(4,000,000)
Piutang Dagang
20,000,000
16,000,000
4,000,000
Cadangan Kerugian Piutang
(1,000,000)
(800,000)
(200,000)
Perlengkapan
2,000,000
3,000,000
(1,000,000)
Persediaan Barang
14,000,000
10,000,000
4,000,000

AKTIVA TETAP



Kendaraan
26,000,000
20,000,000
6,000,000
Akum. Penyusutan Kendaraan
(2,000,000)
(1,600,000)
(400,000)
Gedung
40,000,000
40,000,000
0
Akum. Penyusutan Gedung
(4,000,000)
(3,600,000)
(400,000)
Tanah
30,000,000
30,000,000
0
Total AKTIVA
129,000,000
121,000,000
8,000,000

KEWAJIBAN DAN EKUITAS
KEWAJIBAN
Utang Dagang
20,000,000
30,000,000
(10,000,000)
Utang Sewa
10,000,000
20,000,000
(10,000,000)
Utang Bank
40,000,000
60,000,000
(20,000,000)
TOTAL UTANG
70,000,000
110,000,000
(40,000,000)

EKUITAS
Modal
50,000,000
11,000,000
39,000,000
Prive
(10,000,000)
0
(10,000,000)
Laba/Rugi Periode ini
19,000,000
0
19,000,000
TOTAL EKUITAS
59,000,000
11,000,000
48,000,000
TOTAL KEWAJIBAN & EKUITAS
129,000,000
121,000,000
8,000,000

Pada kolom Net Change adalah selisih yang dihasilkan antara neraca tahun 2017 dengan neraca 2016.

- Kelompok Aktiva
Jika pada kolom Net Change bernilai positif (tidak minus) maka terjadi pengeluaran kas dan jika minus, maka terjadi penerimaan kas.

- Kelompok Pasiva
Jika pada kolom Net Change bernilai positif (tidak minus) maka terjadi penerimaan kas dan jika minus, maka terjadi pengeluaran kas.

d. Langkah 4: Melakukan Penyusunan Laporan Cash Flow

Berdasarkan dari laporan rugi laba serta perbandingan antara neraca tahun 2016 dengan 2017, maka kita sudah bisa untuk menyusun laporan cash flow.

- Arus Kas dari Kegiatan Bisnis (Operating Activities)
Berdasarkan data dari laba rugi tahun 2017 bahwa perusahaan mendapatkan keuntungan sebesar Rp19.000.000.

Berikut adalah contoh perhitungan arus kas dari kegiatan operasional bisnis.
Laba/Rugi Periode ini
19,000,000
Kenaikan Piutang Dagang
(4,000,000)
Kenaikan Cadangan Kerugian Piutang
200,000
Kenaikan Persediaan Barang
(4,000,000)
Penurunan Perlengkapan
1,000,000
Beban Penyusutan Kendaraan & Gedung
800,000
Penurunan Utang Dagang
(10,000,000)
Penurunan Utang sewa
(10,000,000)
Total
(7,000,000)

Pada contoh yang sedang dibahas didapati nilai pengurangan sebesar Rp7.000.000

- Arus Kas dari Kegiatan Investasi (Investing Activity)
Arus kas bertambah karena adanya penurunan nilai aset tetap, sedangkan arus kas berkurang karena adanya kenaikan aset tetap. Pada contoh soal di atas didapati hasilnya adalah arus kas berkurang sebesar Rp6.000.000.

- Arus Kas dari Kegiatan Pendanaan (Financing Activities)
Untuk mendapatkan nilai Financing Activities dapat dilakukan dengan cara memindahkan angka pada kolom Net Change pada neraca tahun 2016 dan 2017 dari bagian kelompok Kewajiban Jangka Panjang dan Ekuitas. Untuk yang nilainya positif tetap biarkan saja dan yang nilainya negatif tetap biarkan negatif.

Penurunan Utang Bank
(20,000,000)
Kenaikan Modal
39,000,000
Penambahan Prive
(10,000,000)
Total
9,000,000

Kemudian jumlahkan semua nilainya, pada contoh di atas diperoleh penambahan kas senilai Rp9.000.000

- Total Kegiatan Kas (Total Cash Activities)
Untuk bisa mendapatkan nilai total kegiatan kas menggunakan perhitungan [Operating Activities + Investing Activities + Financing Activities], pada contoh di atas diperoleh hasil penurunan kas senilai Rp4.000.000.

- Saldo Awal Kas (Cash Begining Balance)
Saldo awal kas bisa diambil dari neraca pada tahun sebelumnya, pada contoh tersebut nilainya adalah Rp8.000.000.

- Saldo Kas Seharusnya (Expected Cash Ending Balance)
Saldo kas seharusnya bisa diperoleh dengan penjumlahan total aktivitas kas dengan saldo awal kas pada Neraca Tahun 2016, dari contoh tersebut didapatkan perhitungan Rp8.000.000 (kas neraca 2016) dikurang Rp4.000.000 (penurunan kas), sehingga didapatkan hasil senilai Rp4.000.000.

- Saldo Akhir Kenyataan (Actual Cash Ending Balance)
Saldo akhir kenyataan bisa didapatkan dari Neraca yang sedang berjalan, yaitu Neraca Tahun 2017. Pada contoh tersebut nilainya adalah Rp4.000.000.

- Selisih (Variance)
Jika perhitungan antara saldo kas yang seharusnya dikurangi dengan saldo akhir kenyataan adalah hasilnya 0, maka laporan cash flow sudah selesai.

PT Piatto Indonesia
Laporan Arus Kas
Tahun 2017
A
Arus Kas dari Kegiatan Operasional
(7,000,000)
B
Arus Kas dari Kegiatan Investasi
(6,000,000)
C
Arus Kas dari Kegiatan Pendanaan
9,000,000
D
Total Aktivitas Kas (A+B+C)
(4,000,000)
E
Saldo Awal Kas (Dari Neraca 2016)
8,000,000
F
Saldo Kas Seharusnya (E+D)
4,000,000
G
Saldo Akhir Kenyataan (Dari Neraca 2017)
4,000,000
H
Selisih (F-G)
0


Sumber :
https://www.finansialku.com/definisi-arus-kas-atau-cash-flow-adalah/
https://www.jurnal.id/id/blog/2018/cara-membuat-laporan-cash-flow-dengan-metode-tidak-langsung